Jumat, 20 September 2013

Siti Nurbaya




Siti Nurbaya. Legenda cerita rakyat yang mengisahkan tentang jalinan kasih yang tak sampai antara sepasang insan yang berujung pada kawin paksa. Sang pria bernama Syamsul Bahri,
selain berwajah tampan juga berasal dari keturunan orang terpandang. Bapaknya adalah seorang Penghulu yang terpandang, yakni Sutan Mahmud. Si gadis bernama Siti Nurbaya, berparas jelita, berambut panjang bak mayang terurai serta santun budinya anak dari Baginda Sulaiman. Jalinan cinta Siti dan Syamsul sangat direstui oleh kedua orang tuanya yang masih punya hubungan kekerabatan. Sutan Mahmud ayah Syamsul Bahri adalah Mamak Siti Nurbaya.
Setelah menamatkan sekolah tingkat atas, Syamsul Bahri melanjutkan sekolah calon Dokter di pulau Jawa untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Tak terbayangkan betapa sedihnya Syamsul Bahri yang harus meninggalkan sang kekasih pujaan hati. Air mata Siti Nurbaya berlinang membasahi pipi disaat melepas kekasih hatinya di pelabuhan Teluk Bayur, dan berharap cepat kembali. Saling berkirim surat cinta adalah pengobat rindu mereka berdua.
Tahun berlalu musim berganti, musibah datang mendera keluarga Siti Nurbaya, usaha dagang ayahnya mengalami kebangkrutan, hingga jatuh miskin dan Baginda Sulaiman akhirnya jatuh sakit. Beliau akhirnya meminjam uang kepada seorang rentenir yang berbadan kurus dan suka beristri banyak bernama Datuk Maringgih. Hutang Baginda Sulaiman akhirnya bertumpuk dan berbunga pada Datuk Maringgih.
Suatu hari Datuk Maringgih pergi kerumah Baginda Sulaiman yang sedang sakit untuk menagih piutangnya. Disanalah Datuk Maringgih terpesona melihat kecantikan Siti Nurbaya. Datuk Maringgih memaksa Baginda Sulaiman untuk menjadikan Siti Nurbaya sebagai istri mudanya kalau ayah Siti Nurbaya tak sanggup untuk membayar hutangnya.
Siti Nurbaya menolaknya, karena dia sudah punya kekasih yakni Syamsul Bahri. Tapi Siti Nurbaya tak berdaya dan akhirnya dipersunting oleh Datuk Maringgih yang berumur sebaya dengan ayahnya. Kabar tersebut sampai ke telinga Syamsul Bahri, hatinya sangat sedih dan mencoba bunuh diri.
Suatu hari Syamsul Bahri pulang ke Padang dan bertemu degan Siti Nurbaya. Datuk Maringih naik pitam dan meyebarkan fitnah yang menyudutkan Syamsul Bahri. Akhirnya ia di usir oleh ayahnya Sutan Mahmud. Syamsul Bahri kembali ke Jakarta, diam-diam ia menyamar jadi tentara kompeni Belanda, dengan nama samaran Letnan Mas.
Datuk Maringgih menjadi benci kepada Siti Nurbaya, puncaknya ia melampiaskan dendamnya dengan memberikan Lemang beracun kepada pesuruhnya untuk diberikan kepada Siti Nurbaya. Siti Nurbaya menemui ajalnya setelah memakan lemang beracun kiriman Datuk Maringgih.
Pada saat tragedi Balesting (Saudagar-saudagar pribumi yang tidak mau membayar upeti/pajak dibawah pimpinan Datuk Mariggih), dikirimlah Letnan Mas oleh Kompeni ke Padang untuk menumpas para pembangkang balesting.
Terjadilah peperangan satu lawan satu antara Letnan Mas dengan Datuk Maringgih. Akhir cerita Letnan Mas yang tak lain adalah Syamsul Bahri tewas di pedang diujung pedang, bersamaan dengan Datuk Maringgih juga roboh terkena tembakan Letnan Mas. 

Kamis, 19 September 2013

Teddy Bear



The teddy bear is a soft toy in the form of a bear. Developed apparently simultaneously by toymakers Morris Michtom in the US and Richard Steiff in Germany in the early years of the 20th century, and named after President Theodore "T.R." Roosevelt, Jr., the teddy bear became an iconic children's toy, celebrated in story, song and film.[1] Since the creation of the first teddy bears which sought to imitate the form of real bear cubs, "teddies" have greatly varied in form, style and material. They have become collector's items, with older and rarer "teddies" appearing at public auctions.[2] Teddy bears are among the most popular gifts for children and are often given to adults to signify love, congratulations or sympathy.

History

The name Teddy Bear comes from former United States President Theodore Roosevelt, who was commonly known as "Teddy" (though he loathed being referred to as such[3]). The name originated from an incident on a bear hunting trip in Mississippi in November 1902, to which Roosevelt was invited by Mississippi Governor Andrew H. Longino. There were several other hunters competing, and most of them had already killed an animal. A suite of Roosevelt's attendants, led by Holt Collier,[4] cornered, clubbed, and tied an American Black Bear to a willow tree after a long exhausting chase with hounds. They called Roosevelt to the site and suggested that he should shoot it. He refused to shoot the bear himself, deeming this unsportsmanlike, but instructed that the bear be killed to put it out of its misery,[5][6] and it became the topic of a political cartoon by Clifford Berryman in The Washington Post on November 16, 1902.[7] While the initial cartoon of an adult black bear lassoed by a handler and a disgusted Roosevelt had symbolic overtones, later issues of that and other Berryman cartoons made the bear smaller and cuter.[8]
Morris Michtom saw the drawing of Roosevelt and was inspired to create a new toy. He created a little stuffed bear cub and put it in his shop window with a sign that read "Teddy's bear," after sending a bear to Roosevelt and receiving permission to use his name. The toys were an immediate success and Michtom founded the Ideal Novelty and Toy Co.[6]
At the same time in Germany, the Steiff firm, unaware of Michtom's bear, produced a stuffed bear from Richard Steiff's designs. Steiff exhibited the toy at the Leipzig Toy Fair in March 1903, where it was seen by Hermann Berg, a buyer for George Borgfeldt & Company in New York. He ordered 3000 to be sent to the United States.[9] Although Steiff's records show that the bears were produced, they are not recorded as arriving in America, and no example of the type, "55 PB", has ever been seen, leading to the story that the bears were shipwrecked. However, the story is disputed - Gunther Pfieffer notes that it was only recorded in 1953 and says it is more likely that the 55 PB was not sufficiently durable to survive until the present day.[10] Although Steiff and Michtom were both making teddy bears at around the same time, neither would have known of the other's creation due to poor transatlantic communication.[7]
By 1906 manufacturers other than Michtom and Steiff had joined in and the craze for "Roosevelt Bears" was such that ladies carried them everywhere, children were photographed with them, and Roosevelt used one as a mascot in his bid for re-election.[citation needed]
American educator Seymour Eaton wrote the children's book series The Roosevelt Bears,[11] while composer John Bratton wrote "The Teddy Bear Two Step" which, with the addition of Jimmy Kennedy's lyrics, became the song "The Teddy Bears' Picnic".
Early teddy bears were made to look like real bears, with extended snouts and beady eyes. Modern teddy bears tend to have larger eyes and foreheads and smaller noses, babylike features that enhance the toy's cuteness. Teddy bears are also manufactured to represent different species of bear, such as polar bears and grizzly bears, as well as pandas.
While early teddy bears were covered in tawny mohair fur, modern teddy bears are manufactured in a wide variety of commercially available fabrics, most commonly synthetic fur, but also velour, denim, cotton, satin and canvas.


Np: Taken From WIKIPEDIA

 

Kamis, 18 April 2013

Dear My Dream


Sorry...
I know i am an unpretty girl...
But allow me to love you...
Not as ur fans, but as a girl to her crush...


I know it sound riddiculous...
But i am really sorry for not knowing how my heart beats so fast when seeing ur pictures or even just listening to ur voice....






I am sorry...
for letting those feeling came to me....





I am sorry...
for loving you not in the way i should do..





I am really sorry for that...


I AM REALLY SORRY....

Rabu, 10 April 2013

Aku Juga Ingin...



mas tio... hhhhh... entah lah.. belakangan ini dia benar-benar bekerja seperti orang gila. aku juga tidak faham kenapa. tapi hampir semua staff meminta ku untuk membujuk mas tio untuk bekerja lebih 'wajar' seperti biasa. apalagi, tak jarang mas tio juga 'menyetarakan' emosi dalam setiap intonasi lisan dan bahasa tubuh nya. sangat mengherankan, mengingat mas tio bukanlah orang yang suka melampiaskan amarah nya, atau tipe seperti yang saat ini terlihat.

'' kamu tu kebangetan deh, sampai ga tau kenapa mas tio mu itu berubah segitu bahaya nya...padahal semua orang berharap banget kamu bisa menetralkan suasana. anehnya sifat mas tio belakangan ini, bikin yang lain kerja nya ga seru. terutama cewek-cewek di wardrobe. kamu tau lah hampir semua cewek disana penggemar mas tio. ''

mbak loni sedikit menggerutu saat jam makan siang. tapi apa yang harus ku katakan dan ku tolong sementara aku benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi di diri mas tio. jangan kan untuk mencari tau, mas tio juga seperti sedang menjauhi ku. mama juga bilang, sudah beberapa hari mas tio tidak mampir kerumah.

'' oliiii kamu mending sekarang ke set deh... sumpah... ''

benar saja. sesampai di set untuk syuting iklan terbaru, aku benar-benar di kagetkan dengan suara yang meledak-ledak dari arah mas tio. pria yang selama ini ku kenal penuh dengan kelembutan, berubah menjadi pria yang seperti tidak memiliki perasaan sedikitpun. memaki-maki seorang pria, yang sepertinya aku kenal, yang berdiri tepat didepannya. tatapan pria itu seperti menantang mas tio. sementara yang ditantang membalasnya dengan muka merah dan nafas yang menggebu-gebu. mengkin karena terlalu marah. buakn, tapi memang sedang sangat marah. mas tio berubah menjadi sosok yang tak ku kenal.

'' mas tio yang bikin set kacau gini. si cowok tu diam ajah. tapi emang sih, dari tadi omongan cowok itu bikin emosi. cuma kan... ga biasanya mas tio gini li.. ''

aku memperhatikan sekitar ku. set benar-benar...hancur. ini tidak bisa didiamkan. aku harus berbuat sesuatu. apapun itu. aku harus ngomong sama mas tio. aku pun mendekati 2 pria yang sedang penuh emosi. beberapa mencoba menahan ku. tapi aku terlalu kesal. entah kenapa. entah karena perubahan mas tio, entah karena set yang berantakan, entah lah... yang pasti aku benar - benar tak bisa diam lagi. begitu aku semakin dekat, aku agak sedikit di kagetkan dengan sosok pria tinggi, putih berambut coklat itu. dia adalah kak elang. mantan kekasih kak karin sebelum mas tio. ini semakin membuatku kesal dan merasa aneh karena setau ku mas tio dan kak elang tidak pernah bermasalah. karena mereka bertemu baru 2 kali. dan itu di rumah, saat ulang tahun ibu. hubungan mereka baik-baik saja.

'' kak elang.. mas tio... lebih baik kita keluar ''

aku melunakkan suaraku bermaksud agar hanya mereka yang mendengar. mereka memang mendengar, buktinya mereka menoleh padaku. tapi hanya itu. mereka mengacuhkan ku. aku kembali mengajak mereka keluar. tetap tak ada gubrisan.

'' bisa keluar ga sih... kalian bukan anak kecil yang harus dikasih tau mana yang baik dan ga... disini rame...kalian udah bikin set berantakkan...punya malu dikit kek ''

suaraku meninggi. mereka seperti tersintak. wajare, aku saja juga kaget mendengar kata -kata yang keluar dari mulutku barusan. kasar sekali. tapi untungnya mereka jadi mulai 'menganggap' aku 'ada' diantara mereka saat ini. kak elang yang pertama melangkahkan kaki. diikuti mas tio, lalu aku. otak ku berputar keras. aku benar-benar harus berpikir keras kali ini. aku merasa ini bukan hal yang sepele sehingga membuat keadaan sangat buruk. aku juga merasa, hal ini juga ada kaitannya dengan perubahan mas tio belakangan. karena itulah, aku tidak boleh salah pilih kata atau salah tindak kalau ga ingin keadaan semakin buruk.

di luar ruangan, kak elang seperti hendak meninju mas tio. tangan nya menggepal. dia menoleh kearah ku, lalu melemaskan gepalan tangannya. 

'' kalian apa-apan sih... ada apa... mendadak menjadi orang bodoh seperti ini...''
 aku membuka pembicaraan
'' kamu kenapa ga cerita kalau karin udah meninggal gara-gara bajingan ini ''
'' lu kalau ngomong hati-hati yah''
'' apa-apaan sih....kalian mau berantem... iyah... sini tonjok aku dulu...''

dua pria itu menoleh ke arah ku dengan mimik wajah sangat kaget. 

'' oli kamu jangan asal ngomong ''
'' aku ga asal ngomong kok... selagi aku belum babak belur, ga punya tenaga buat nahan kalian, mending bikin aku babak belur dulu. kalau perlu dibikin mati sekalian ''
'' oli.. kamu jangan kelewatan''
'' mas tio yang kelewatan...beberapa hari ini bertingkah kek orang gila. kak elang juga, dateng dateng langsung bikin keadaan kek gini... ''
'' aku cuma ga rela karin meninggal karena cuma hal sepele li... ''
'' kak elang... itu udah 5 tahun yang lalu... semua udah lupa... kalau kakak ingin menyalahkan mas tio, percuma. mas tio udah menghukum dirinya sendiri selama 5 tahun ini. hukuman nya sudah lebih dari cukup... mas tio juga bodoh... kenapa masih menanggapi masalah ini dengan emosi, sampai semua kena imbas nya...''
'' tapi li... ''
'' kalian benar benar seperti anak kecil...aku disini bukan ingin membela mas tio atau kak elang. kalian berdua memalukan... aku kasihan sama kak karin pernah mencintai kalian... kareena dia benar-benar salah menilai kalian... aku harap kalian jangan pernah kerumah sebelum otak kalian waras. aku ga ingin ibu ikutan gila memikirkan kalian. ''

apa yang aku lakukan.. tadinya aku berniat menjadi penengah tanpa emosi. tapi... bagaimana mungkin aku tidak emosi melihat tingkah mereka yang benar - benar berlebihan.

Selasa, 22 Januari 2013

Love Letter Pak Habibie ( Surat Cinta Sepanjang Masa )


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti,dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....


NB :  Cinta itu bukan sesuatu yang harus kamu utarakan.. tapi cinta itu ibarat sebuah adegan yang harus di pertunjukkan agar orang lain bisa faham. Karena perkataan tak selamanya dapat menolong mu....

Jumat, 02 November 2012

Aku Juga Ingin...






Sore ini benar-benar melelahkan. Aku ga tau bagaimana cara kerja humas, tiap hari kami harus kerja. Ga ada waktu luang sedikitpun. Dalam sehari, kami sampai bisa melakukan 3 pemotretan atau syuting. Syukur sih masih banyak yang percaya PH tempat ku bekerja. tapi kalau ga ada libur gini kan capek juga... Ga ada seorang pun dari kami semua yang pulang kerumah kurun waktu 1 minggu ini. Memang bukan hal yang baru sih, tapi kali ini benar-benar kebangetan sibuknya. Istirahat makan pun kami manfaatkan untuk membahas pekerjaan. Tidur hanya beberapa jam saja, malah ada yang benar- benar tidak bisa beristirahat sama sekali. Tapi bersabarlah, aku harus bersabar. Karena bos besar menjanjikan liburan panjang buat kami setelah proyek kali ini. SE-BU-LAN. Aku bisa istirahat total. Ingin kemana pun aku bisa. Ingin ngapain aja aku juga bisa. Dan planing kali ini adalah HYBERNASI!! Aku sangat merindukan kamarku... sangaaaaat rindu.. TT_TT...

" Jadi hybernasinya?"

Mas Tio tau-tau sudah ada dibelakangku. Aku mengangguk bahagia. Aku bisa membayangkan "syurga" yang akan ku lalui. Paling bangun kalau laper atau kepentingan lain ajah, seperti pup?? hihihihihihihi.... Mas Tio mencubit hidung ku. 

" Sepertinya cara kamu untuk memiliki kebahagiaan sangat sederhana yah. Cuma tidur. Aku penasaran apalagi yang bisa membuat mu sebahagia ini selain tidur? "
" Mmm... coklat? es krim? kue? Seperti biasa lah mas, itu cukup membuat aku bahagia dunia akhirat... "

Jawabku sekenanya. Mas Tio cuma tersenyum. Kepalanya menggeleng-geleng mengisyaratkan aku terdengar sangat "aneh seperti biasanya " bagi cowok tinggi kurus berkulit sawo bersih itu.

Mas Tio itu adalah mantan kekasih kakak ku. Sejak kecelakaan yang merenggut jiwa kak Karin 5 tahun yang lalu, Mas Tio selalu menjaga ku seperti aku adalah adik kandungnya sendiri. Lama mas Tio terpuruk dengan menyalahkan dirinya dengan kematian kakak. Andai saat itu dia bisa nemenin kak Karin, mungkin saja akan beda kisahnya. Kak Karin ga akan mengendarai mobil dengan kekesalan karena mas Tio lebih milih tidur ketimbang nemenin kak Karin ke salon. Sebenarnya wajar, mengingat kerjaan mas Tio ( yang sekarang juga menjadi kerjaanku, hanya saja mas Tio jabatannya jauh lebih tinggi ). Hanya saja kakak hari itu "terlalu" manja dari biasanya. Kak karin berniat memperkenalkan Mas Tio pada teman kantor barunya. Waktu itu Mas Tio baru menjabat sebagai asisten sutradara, dan film indie buatannya benar-benar bikin heboh. Banyak yang jadi penggemar Mas Tio saat itu. Belum lagi akting mas Tio sebagai aktor pembantu dalam film indie itu benar-benar waaaaah... Tapi mau gimana lagi, Tuhan punya cara nya sendiri menyayangi hambanya..

" Kamu masih nungguin pangeran berkuda putih niy? "
" Emang jaman sekarang masih ada yang yang kemana-mana pake kuda? bagus tu...itung-itung hemat BBM. Tapi, ntar pup nya blepotan dimana-mana dunk??? "
" haha.. lucu.. serius deh "
" Yah ga lah mas... cuma nungguin yang pas ajah. Yang bener-bener tau setia itu apa. Tapi jangan kayak mas juga! Bagi aku siy, mas itu bukan setia, tapi bodoh!! Mending yang di setia-in bisa balik lagi."
" Bukan nya syukur, malah ngatain bodoh.. itu tandanya kakak kamu itu beneran special. Ga kayak kamu, dapet pacar selalu ga ada yang setia. "
" Jangan mulai deh.. itu mereka aja yang karatan matanya, ga bisa liet seberapa specialnya seorang Oli. Ntar liat ajah, kalau aku dapet cowok yang matanya sehat, siap-siap aja. Mas bakal aku depak jadi "partner" aku..."
" OK... tapi kalau kenapa - kenapa jangan ngarep pintu kamar akan terbuka... bersihin tisu-tisu kamu.. "
" OK!! tinggal ngadu ini ajah... "kamar" kak Karin deket kok.. lagian siapin mental ajah di omelin si mama "
" Ancaman kamu tu ga bisa di  ganti yah??? "
" Kapan-kapan deh aku ganti kalau nemu yang lebih seru. hahahaha..."
" Tapi artis kemaren kayak nya tertarik tuh sama kamu.. "
" Yang mana?"
" Yang syuting Iklan kemaren.. Yang dari luar negri itu loh. Yang tampangnya chinese. Tipe kamu banget kan?"
" Oh yang itu.. Tau darimana kalau dia suka aku?"
"  Hehe.. Mas mu ini juga cowok Li... Dari gelagat tu cowok kayak nya ada lah unsur-unsur yang ngeliatin dia suka kamu. "
" Mungkin sih.. Tapi ga lah mas.. Dia tu artis. Dari luar negri pula tuh. Dia tu udah nemu beribu cewek yang jauh lebih baik dari aku. "
" Kalau cinta mau gimana?"
" Yah ga gimana-gimana.. Cuma kan bisa realistis ajah. Lagian artis mah, lebih besar kemungkinan ga setia ketimbang orang biasa. "
" Kalau dia beneran suka kamu trus nembak gimana?"
" Terima dunk!! masa nolak "

Mas Tio mencubit pipiku. Akhir nya dia pergi ninggalin aku. Dia cuma melambaikan tangannya saat bilang Mama tadi nelpon nyuruh nyempetin mampir kerumah. Meski candaan ku sering membuat Mas Tio tersenyum, Mas Tio selalu menunjukkan ia bahagia. Tapi punggung pria yang udah berusia 29 tahun itu selalu menunjukkan kesepian dan kesedihannya. Punggung lelah itu selalu terlihat begitu menyedihkan selama 5 tahun ini.