chapter 3
"selamat pagiiiiii.... apa kabar???"
bahasa indonesia nya sungguh lucu... dia benar-benar bodoh... sudah 1 bulan di indonesia, kosa kata yang dia ngerti cuma "selamat pagi" dan "apa kabar". sesekali dia akan bilang "terima kasih". kebangetan...
kakak melirikku yang sedang bersungut-sungut. memberi kode pada Danniel untuk melihat ekspresiku. entah apa yang ada di pikiran mereka, yang pasti Danniel kemudian berjalan berjinjit mendekati ku. aku menoleh dengan tatapan musuh ke arah Danniel yang kian dekat. ( itulah satu-satunya cara, memandangnya dengan pandangan tak barsahabat, agar bisa menutupi kegelisahanku ). dia memasang wajah full senyum sehingga matanya kembali membentuk garis lengkung. dan itu benar-benar menyiksa ku. membuat ku harus melipat gandakan kekuatanku untuk mengontrol detak jantungku.
" nana... am i cute for u? "
WHATTTTT!!!!!! what kind of question is that??!! kenapa dia bisa segampang itu melontarkan fakta yang selama ini aku simpan??
" just tell me the truth... am i cute for u?? do u like me? 'cause i know... i am very loveable.. so u dun have to worry to tell me what is in ur heart nana.... "
a... a.. apa... ini?? muka ku, panas sekali... introgasi ini membuat aku benar-benar.... aku tidak tau apa nama nya yang aku rasakan saat ini... sakit... wajah manis nya tidak menghiburku sama sekali... jantungku masih berdegup kencang, tapi sangat sakit... tidak seperti biasanya.... aku menunduk, seolah ada jawaban yang telah menanti di lantai rumah.
" na.. nana.. are u crying??? did i hurt u?? i.. i am really sorry.. i didn't mean to...."
" permisi...."
" nana... wait nana..."
tubuhku... kenapa terasa begitu ringan sekali??? aku masih menginjakkan kaki di lantai ini???
" nana..."
aku tidak mengindahkan panggilan kakak. aku hanya ingin ke kamar...
aku tidak tau berapa lama kakak ada di sampingku. yang ku tau, saat aku terbangun, pandangan ku langsung tertuju pada kakak. tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. hanya tangan nya yang sibuk membenarkan rambutku. tatapannya mengisyaratkan dia khawatir. aku tidak yakin senyum ku bisa mengurangi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bercokol di pikirannya.
" kamu kenapa?"
akhirnya kakak membuka pembicaraan.
" aku juga tidak tau kak... tiba-tiba perut ku sangat sakit. perih... "
aku berbohong
" perih?? apa perlu ke rumah sakit?? kita periksa yah?? "
" ga usah kak... sekarang udah agak mendingan kok... palingan penyakit bulanan.. biasalah cewek..."
" beneran g apa-apa?"
aku mengangguk... seumur-umur, ini pertama kali nya aku berbohong pada kakak. maafkan aku kak. aku hanya tidak tau apa yg harus ku jelaskan. aku sendiri juga tidak mengerti ada apa denganku...
" ok... kakak ada di kamar. pintu ga akan kakak kunci. jadi kalau ada apa-apa, kamu langsung...."
" iya kak... tenang aja... seperti biasa aku akan mendobrak pintu kamar kakak."
" baguslah... kakak ke kamar Danniel dulu. dia benar-benar merasa bersalah. kakak akan memberi tahu nya kamu tidak apa-apa."
aku hanya mengangguk.... yah... Danniel, dia pasti juga kaget melihat ku seperti tadi....
kakak melirikku yang sedang bersungut-sungut. memberi kode pada Danniel untuk melihat ekspresiku. entah apa yang ada di pikiran mereka, yang pasti Danniel kemudian berjalan berjinjit mendekati ku. aku menoleh dengan tatapan musuh ke arah Danniel yang kian dekat. ( itulah satu-satunya cara, memandangnya dengan pandangan tak barsahabat, agar bisa menutupi kegelisahanku ). dia memasang wajah full senyum sehingga matanya kembali membentuk garis lengkung. dan itu benar-benar menyiksa ku. membuat ku harus melipat gandakan kekuatanku untuk mengontrol detak jantungku.
" nana... am i cute for u? "
WHATTTTT!!!!!! what kind of question is that??!! kenapa dia bisa segampang itu melontarkan fakta yang selama ini aku simpan??
" just tell me the truth... am i cute for u?? do u like me? 'cause i know... i am very loveable.. so u dun have to worry to tell me what is in ur heart nana.... "
a... a.. apa... ini?? muka ku, panas sekali... introgasi ini membuat aku benar-benar.... aku tidak tau apa nama nya yang aku rasakan saat ini... sakit... wajah manis nya tidak menghiburku sama sekali... jantungku masih berdegup kencang, tapi sangat sakit... tidak seperti biasanya.... aku menunduk, seolah ada jawaban yang telah menanti di lantai rumah.
" na.. nana.. are u crying??? did i hurt u?? i.. i am really sorry.. i didn't mean to...."
" permisi...."
" nana... wait nana..."
tubuhku... kenapa terasa begitu ringan sekali??? aku masih menginjakkan kaki di lantai ini???
" nana..."
aku tidak mengindahkan panggilan kakak. aku hanya ingin ke kamar...
aku tidak tau berapa lama kakak ada di sampingku. yang ku tau, saat aku terbangun, pandangan ku langsung tertuju pada kakak. tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. hanya tangan nya yang sibuk membenarkan rambutku. tatapannya mengisyaratkan dia khawatir. aku tidak yakin senyum ku bisa mengurangi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bercokol di pikirannya.
" kamu kenapa?"
akhirnya kakak membuka pembicaraan.
" aku juga tidak tau kak... tiba-tiba perut ku sangat sakit. perih... "
aku berbohong
" perih?? apa perlu ke rumah sakit?? kita periksa yah?? "
" ga usah kak... sekarang udah agak mendingan kok... palingan penyakit bulanan.. biasalah cewek..."
" beneran g apa-apa?"
aku mengangguk... seumur-umur, ini pertama kali nya aku berbohong pada kakak. maafkan aku kak. aku hanya tidak tau apa yg harus ku jelaskan. aku sendiri juga tidak mengerti ada apa denganku...
" ok... kakak ada di kamar. pintu ga akan kakak kunci. jadi kalau ada apa-apa, kamu langsung...."
" iya kak... tenang aja... seperti biasa aku akan mendobrak pintu kamar kakak."
" baguslah... kakak ke kamar Danniel dulu. dia benar-benar merasa bersalah. kakak akan memberi tahu nya kamu tidak apa-apa."
aku hanya mengangguk.... yah... Danniel, dia pasti juga kaget melihat ku seperti tadi....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar